Panduan Efektif Cara Fumigasi Komoditas Beras

Cara Fumigasi Beras

Bagi para pelaku usaha seperti Anda, masalah hama sudah menjadi tantangan yang sering mereka hadapi. Salah satu cara pengendalian hama untuk komoditas beras yang cepat dan efektif adalah fumigasi komoditas beras. 

Apakah Anda sudah mengetahui tata cara fumigasi yang tepat? Coba cari tahu informasi lengkap mengenai cara fumigasi beras melalui ulasan artikel berikut ini. 

Baca juga “Program Fumigasi Hama Tikus di Desa Keraskulon

Mengenal Jenis-Jenis Hama pada Beras 

Sebelum Anda mencari tahu tentang cara fumigasi beras, lebih baik Anda pahami dulu beberapa jenis hama yang paling umum ada di komoditas beras berikut ini! 

Kumbang Tepung Merah (Tribolium Castaneum) 

Jenis kumbang ini berukuran kecil dan berwarna cokelat kemerahan. Hama ini mudah kita temukan di tepung dan beras. Kehadiran tribolium castaneum bisa merusak beras dengan memakan bagian luar butiran beras. 

Kutu Beras (Sitophilus Oryzae) 

Kalau jenis hama yang satu ini cukup sering kita temukan di komoditas beras masyarakat Indonesia. Hama ini berwarna cokelat kehitaman dengan moncong yang panjang. Umumnya, kutu beras akan merusak butiran beras dengan memakan bagian dalamnya, sehingga menurunkan kualitas beras. 

Ngengat Tepung (Plodia Interpunctella) 

Hama ini kerap ditemukan di komoditas beras, biji-bijian, dan tepung. Ngengat tepung mengeluarkan larva berwarna putih yang menghasilkan jaring pada beras. Biasanya, larva ngengat akan mengunyah beras, lalu meninggalkan jaring yang mudah membusuk saat disimpan. 

Kumbang Khapra (Trogoderma Granarium) 

Terakhir adalah kumbang khapra. Kumbang ini merupakan salah satu hama yang paling merusak komoditas beras. Larvanya berbulu dan tahan terhadap insektisida, sehingga berpotensi mencemari komoditas beras. 

Cara Tepat Fumigasi pada Komoditas Beras 

Jika Anda sudah mengetahui tentang jenis-jenis hama beras yang ada di Indonesia, maka lanjutkan dengan melakukan tindakan fumigasi. Berikut adalah panduan fumigasi yang tepat pada komoditas beras! 

Persiapan Lokasi dan Alat Fumigasi 

Sebelum memulai fumigasi, pastikan bahwa beras sudah ditaruh di tempat yang aman dan tertutup rapat demi mencegah kebocoran gas. Persiapan alat fumigasi seperti APD, alat pengukur konsentrasi, dan gas fumigan perlu Anda siapkan terlebih dahulu. 

Selain itu, posisi tumpukan beras yang tidak terlalu rapat juga bisa menyebar rata ke seluruh area penyimpanan gudang. Umumnya, tumpukan beras akan disusun dengan posisi yang leluasa agar sirkulasi gas fumigan tidak terhambat.

Pemilihan Jenis Fumigan 

Gas fumigan yang umum dipakai untuk hama beras adalah gas fosfin (phosphine) atau methyl bromide. Kedua gas ini lebih sering dipakai untuk fumigasi karena sifatnya yang ramah lingkungan. Bahkan, gas ini cukup efektif untuk membunuh hama dan larva. 

Pengaplikasian Gas Fumigan 

Gas fumigan yang sudah siap akan teraplikasikan melalui lubang khusus atau alat injeksi ke dalam tumpukan beras yang sudah tersungkup. Gunakan alat pengukur konsentrasi gas untuk memastikan fumigan tersebar rata ke semua tumpukan beras. 

Aerasi dan Inspeksi Lanjutan

Setelah gas fumigan selesai teraplikasikan, segera buka terpal agar udara ternetralisir dengan baik. Hal ini untuk mengeluarkan sisa-sisa gas fumigan di dalam sungkup agar terisolasi dari manusia. 

Baca juga “Waspada, Ini 5 Tanda Perlu Melakukan Termite Control

Terapkan Cara Fumigasi Beras yang Tepat bersama Fumindo! 

Tanpa tindakan perlindungan yang tepat, kualitas beras Anda akan terus menurun akibat resiko serangan hama. Maka dari itu, segera tingkatkan perlindungan pada komoditas beras dengan cara fumigasi beras profesional bersama Fumindo. 

Jika Anda membutuhkan fumigasi beras yang kredibel dan profesional, segera daftarkan bisnis Anda di Fumindo melalui nomor WA +62 8119-787-911 atau website www.fumindo.com untuk mendapatkan harga terbaiknya.

Fumindo Jasa Fumigasi